Selasa, 12 Mei 2009

Beraja...

Finally... ketemu juga puisi-puisinya Anastasia Ganjar Ayu Setiansih di Novelnya "BERAJA"...
Pertama kali baca Novel itu pas jaman kuliah tahun pertama, tahun 2003, inget bener, waktu itu aku masih tinggal di asrama putri, tempat penuh kenangan dan perjuangan. Pas tahun pertama dulu, sering banget nangis, pengen kuliah di tempat lain, nyesel banget tahun-tahun awal dulu, kenapa aku masuk IPB, Fakultas Kehutanan lagi... Jauh dari orang tua dan sahabat masa sekolah dulu... Ternyata rahasia Allah untuk hambaNya selalu sesuatu yang terbaik, dan kita baru tersadar setelah kita menjalankan alur kehidupan ini dengan baik dan ikhlas, penuh senyum dan tabah... Mungkin dulu kalau aku ga kuliah di IPB, aku tidak belajar memperbaiki diri menuju jalanNya (mulai ikutan liqo', ngaji, pakai busana muslimah...), mungkin ga akan dapet predikat "cum laude", mungkin ga akan kenal dengan pria yang menjadi calon suamiku sekarang-lelaki yang meminangku..., mungkin aku tidak mengalami pelajaran seberharga ini, dengan kemandirian yang tertempa selama jauh dari sanak keluarga, mungkin... aku tidak duduk di kursi ini, di kantor ini, instansi yang banyak diharapkan oleh sebagian lulusan perguruan tinggi...
Back to the Anjar poems... Pertama kali baca novel Beraja, anganku diterbangkan dengan sederetan puisi-puisi yang sungguh romantis namun tidak melankolis.


BERAJA

Berajaku penghias mimpi...
Aku ingin mencintaimu
Melewati batas lautan kehidupan
Melangkahi jeruji ungkapan manusia
Menantang keganasan suara-suara tak bertuan...

Aku ingin mencintaimu
Dengan bibir tanpa puisi
Dengan lagak tiada arti
Dengan kekonyolan sehari-hari...

Aku hanya ingin "mencintaimu"...


Cinta... karena cinta adalah cinta... tulus datang dari hati... tidak bisa dipaksa maupun terpaksa... saling menghormati... tulus memberi...
Semoga Allah memberikan kita cinta yang tulus yang dapat kita bagikan untuk membahagiakan setiap orang, semoga berkahNya selalu untuk kita, amin...

3 komentar:

  1. wah terharu sekali dengan ceritanya... memang kita tidak tau rahasia apa yg blm dibuka oleh ALLOH dibalik semua kesulitan yg kita hadapi skrng... ALhamdulillah.. semoga sukses ya dik hon... hehe

    BalasHapus
  2. kok rada2 mirip ama gue ya, mirip apa yg gw rasain saat gw sempat mampir di fakultas laen di kampus yg sama... Hidup itu bagaikan aliran air, sebagai manusia tugas kita adalah memastikan aliran air itu sampai di lautan....

    BalasHapus
  3. liaaa,,, puisinya bagus banget bu,, :D

    BalasHapus

write ur comment please...